Jumat, 20 Januari 2012

Haloha!
sepertinya postingan kali ini akan menjadi chapter kedua dalam dunia perkuliahan saya. hehe.
postingan kali ini hanya ingin berbagi pengalaman ;)

yeah liburan tiba dan gua pulang ke Jakarta. seperti biasanya ketika pulang, apalagi lagi liburan panjang gini, gua mencoba memanfaatkan waktu luang ini dengan kembali berbisnis ;) binder. yah binder. untuk meraihnya, gua mesti kembali bertemu dengan dunia bolang yang sempit. yah meskipun jaraknya gak jauh-jauh banget dan gak deket-deket banget. nahlo jadinya gimana tuh? haha. #abaikan.
oke. untuk kesana, gua menaiki kereta api. seinget gua, saat itu lagi siang hari, dimana meskipun naik yang ekonomi bakal terlihat sepi dan ada peluang untuk duduk :) Puji Tuhan i got it hehe.
lalu, keadaan kereta ekonomi yang tumben-tumbenannya nggak padat ini membuat gua nyaman menikmati perjalanan. seperti biasanya juga, masih banyak para pedagang kaki lima yang memasuki KA Ekonomi ini. namun, yang paling selalu gua salutin dari jenis kereta satu ini yakni kegigihan para pedagang untuk berjualan dalam keadaan padat sekalipun. wow! yah meskipun suka jadi bikin esmosi para penumpang akibat ruang yang sangat sempit untuk mereka lewati bahkan untuk bernafas pun ngap-ngapan -.-''
gak hanya penjual nih tapi pengamen, pembersih (yang notabene seperti mengemis juga) dimana terlihat memprihatinkan juga layaknya para pengemis biasa.

pandangan gua saat itu tertuju kepada sepasang orangtua yang terlihat memprihatinkan. dimana sang ibu sepertinya buta dan sang suami menuntunnya dengan ikut mengemis kepada penumpang di kereta ini. kemudian, mata ini melihat sekelilingnya, sambil berbicara di dalam hati, apakah masih ada yang ingin memberikan uang nya kepada sepasang orangtua ini? gua sendiri iba melihatnya dan sempat berpikir, ku berikan atau tidak? dengan melihat beberapa orang di dekatku dengan tulus memberikannya, gua pun akhirnya demikian.
namun, yang gua berikan pun tak seberapa dengan pemberian orang lain yang gua lihat tadi. bukannya pelit atau apa, tapi memang lagi proses pengiritan hehe. at least, gua hanya memberikan 500 rupiah yang merupakan kembalian dari tiket kereta tadi. lalu gua kembali berpikir, yang penting niat nya, dimana hati gua tiba-tiba menyuruh untuk memberikannya, supaya tak menunda niat yang telah muncul sebelumnya. jangan masalahkan nominalnya, karena seberapapun yang kita berikan sudah memberikan mereka ucapan syukur dan kebahagiaan :)
kemudian, gua melihat penumpang lain yang mereka tuju, dimana terdapat ibu-ibu yang hanya cuek dan tak memberi. kembali gua berpikir, kenapa mereka gaada iba-iba nya dengan sepasang orangtua tsb? bahkan, usia mereka lebih muda dengan sepasang orangtua ini. hm mungkin hanyalah perbedaan persepsi diantara mereka, saya dan orang lain.
jujur, jika melihat anak kecil sedang mengemis ataupun mengamen saya enggan untuk memberikannya karena secara tersirat tidak menginginkan mereka manja mencari nafkah dengan hal demikian. dimana orangtua nya yang asik-asikan tidur namun anaknya yang mesti berjuang tanpa kepedulian orangtua mereka. dan yang seharusnya mereka bisa bersekolah, menempuh pendidikan mereka demi kelangsungan hidup yang lebih baik bagi keluarga mereka kelak.

tak hanya pengemis itu tadi mata ini tertuju. setelahnya, terdapat seorang anak kecil dengan ibunya yang menggendongi seorang bayi. mereka bernyanyi dengan bermodalkan mic dan tape karaoke. gua salut dengan anak kecil ini. karena dengan usia nya yang masih terbilang balita, ia sudah cukup hafal dengan lirik lagu pop dewasa zaman sekarang, yah meski ia menyanyikannya agak kurang beruntun... namun sang ibu turut bernyanyi. kemudian mereka melewati gua tanpa meminta kepada gua juga, tetapi pikiran ini pun termenung memandang mereka. cukup terselamatkan dengan persepsi gua yang tadi. yah hanya bisa termenung dan mengucap syukur masih bisa hidup layak dan senang melihat si anak kecil ini menyanyi dengan imut nya :)
termenung dan termenung.....
yang mana hampir saja gua kelewatan stasiun yang gua tuju.

setelah berhenti di stasiun tersebut, gua melanjutkan kegiatan bisnis gua. gua langsung ke tempat langganan gua yang lama dan sedikit memborong, lalu hitung-menghitung pembeliannya. yak setelah dihitung-hitung, habislah 233.000 dalam sekejap haha. tapi, gua mencoba minta korting, biar di genapin 230.000 saja hoho. dan Puji Tuhan dikasi kortingan. lumayanlah 3.000 tersimpan hehe ;)
beranjak ingin pulang (padahal masih ada janji ketemu sama temen dan ingin ke toko lainnya), mendadak gua ditawarkan tiket kereta ke Jakarta. wah, sempet gaenak juga sama abang penjual nya ini. sempet terlintas pikiran, wah mesti tetap hati-hati kalau dikasi gratisan, takutnya ada mau nya nanti. lalu gua menolak dan berterimakasih dengan beralasan bakal pulang nya nanti dengan teman dan kemungkinan akan naik yang commuterline. tapi ternyata yang dikasi memang tarif itu juga. wow! gua bingung. ko bisa abang ini masih ada tiket? dan ternyata doi pas mau ke toko nya, memang lagi naik commuterline jg tp lagi padat-padatnya hingga petugas tak sempat mengecek tiketnya yang alhasil masih layak gua pakai untuk pulang. wuhu! gua kaget dan bersyukur dan dengan masih sedikit keraguan, akhirnyapun gua mau menerima tiket tersebut. masih bertanya gak percaya, abang itu menjelaskan 'yah daripada gua buang, kan sayang, padahal masih bisa dipake dan lu ga perlu beli tiket lagi juga, apalagi jurusannya sama'. iya juga ya, kata gua. haha.
gila! lumayan banget tuh. bersyukur bangat gua, berasa dapet durian runtuh alias rejeki dadakan. meski itu nilai nya ga seberapa, tapi itu mampu mengikis pengeluaran yang seharusnya. dengan modal abang itu yang lebih mahal seribu tapi doi ikhlas memberikannya kepada gua. Puji Tuhan.
emang abang ini dari dulu baik bener dah! gua dateng, sering dikasi teh botol juga. waktu itu lagi bawa temen, doi kasi minuman juga. beh bukan main! malahan doi punya orangtua yang berjualan juga, udah berasa akrab banget dengan keluarga ini saking baik dan ramahnya. haha.

setelahnya, gua pun meninggalkan toko tsb dan ketemuan sama temen gua dan lanjut ke toko lainnya. Puji Tuhan kembali, yang mana kami mendapatkan harga yang lebih baik juga. kemudian, kami pun balik ke Jakarta. tapi sempet panik nih, ketika pengecekan tiket di gerbang, karena asal muasal nya kan bukan dari stasiun ini. tapi ternyata gak begitu di cek, yang penting kan punya tiket hehe. sebelumnya udah smsan dgn si abang tadi agar gua santai aja kalo ditanya petugasnya, alias udah ada bekal alasan jaga-jaga jika ditanya petugasnya. haha.

eng ing eng, ternyata kereta padat sob! meski itu commuterline hhhh. yauwes kami naik dah dan yah saking padatnya, gaada petugas juga yang mengecek tiket kami *bersyukur lagi ;) hehe.
nah, pas baliknya ini gua pun galau mau turun di manggarai atau cikini? yang alhasil gua turun di cikini demi mencari sesuatu, tapi nyatanya tak ditemukan. padahal kata hati sempat menuntun untuk turun di manggarai saja, selagi ngetem lama.

at least, dari pengalaman seharian gua tersebut menunjukkan bahwa dimana saat kita memiliki niat untuk menolong sesama, meskipun itu gak seberapa nilai nya, tapi lihat lah apa yang akan kamu terima. seperti kejadian gua diatas, gua hanyalah bisa memberikan 500 perak tapi gua diberikan balasan yang sangat mengucap syukur dan itu bernilai lebih dari yang gua berikan. memang ga seberapa. hitung-hitung biaya tiket dan kortingan belanja binder. memang gak seberapa, tapi itu udah lumayan banget :) Puji Tuhan. dan selain itu, ikuti kata hatimu apabila kamu sedang galau dalam menentukan pilihan dimana seringkali juga itu bisa menuntunmu...

oke. tetaplah bersyukur dan ikuti kata hatimu. salam sejahtera. God Bless :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar