HALO BRET!
Kisahku. Kisahmu. Kisahnya.
Senin, 14 September 2015
After Seven Months
Start from Monday.
Setelah tujuh bulan tidak mengintip laman blog ini, rasanya ingin bernostalgia kembali dengan berbagai kisah menarik di sekitar kita yang mungkin saja bisa diambil hikmahnya.
Well, mungkin tulisan hari ini ga jauh berbeda dari last post beberapa bulan kemarin. Yap, lagi-lagi soal kisah kasih.
Sempat menulis di akun twitter bahwa pacaran bukan berarti menyiapkan siapa calon pasangannya, melainkan kesiapan diri untuk mau dan belajar pada komitmen tersebut. Terdengarnya mungkin simple, tapi yakin mudah untuk menjalaninya?
Hal ini terlihat dari beragam karakter pasangan dengan komitmennya masing-masing yang mungkin secara kasat mata kita lihat mereka terlihat adem ayem dan akan selalu berjalan romantis, tapi ngga juga. Bahkan tersirat makna ketidakyakinan diantara mereka. I guess, "people change".
So?
Take space from each other for a while. You have to refresh your both mind and feel to recover the relationship.
Sebab ketika kamu menuntut sesuatu dari pasanganmu, itu berarti kamu memang memiliki sesuatu yang dituntut tersebut.
As an example, ketika kamu menuntut pasanganmu supaya mau merendahkan hatinya, itu berarti kamu sudah menjadi orang yang rendah hati.
Have a good relationship, romantic couple!
Jumat, 13 Februari 2015
No More About Love, but Commitment
Selamat hari kasih sayang untuk kita semua. Lama tak membuka laman blog ini hingga menjadi kerinduan untuk mengisinya kembali dengan tulisan kehidupanku, kehidupanmu ataupun kehidupannya.
Mungkin bukan menjadi suatu kebetulan jika aku harus kembali menuangkan suatu atau beberapa penggalan pernyataan yang sudah lama tak ingin berdiam saja di pikiran ini pada momen hari kasih sayang sedunia atau yang biasa kita sebut dengan istilah "Valentine's Day."
Di dunia yang semakin berkembang ini, tak luput kita melihat ataupun menikmati dunia maya seperti media sosial. Banyak koneksi pertemanan yang dapat kita jalin melaluinya, bahkan mungkin bisa menjadi suatu hubungan spesial yang tak bisa kita tentukan usia hubungan itu sebelumnya. Lebih mirisnya lagi, jika kamu dan si dia sudah dalam sejumlah media sosial yang sangat memungkin kalian untuk menjalin komunikasi sepanjang waktu, namun pada realitanya, komunikasi spesial yang kamu harapkan itu belum terjadi saat ini. Semua itu butuh proses. Banyak tahap yang dipertimbangkan setiap pribadi kita, kembali tergantung pada persepsi masing-masing. Belum tentu yang kamu ekspektasikan sesuai dengan yang ia ekspektasikan guna membangun suatu hubungan tersebut. Mungkin terkadang kamu berangan-angan suatu saat nanti hubungan komunikasi kalian bisa membentuk suatu hubungan komitmen pada umumnya, sebut saja pacaran. Namun, kembali lagi, baik kamu pria/wanita, jangan mudah untuk mengasumsikan setiap perilaku komunikasi mitra komunikasimu itu sebagai "pelaku angan-angan" tersebut. Bisa saja ia memang nyaman untuk berkomunikasi denganmu dan hanya menganggapmu sebagai teman/kerabat ataupun sudah seperti saudaranya sendiri. Banyak faktor dan motif pribadi yang tak mudah kita asumsikan begitu saja, seakan tanpa kejelasan atau terasa digantungkan hingga tak jarang menjadi kekecewaan semata. Hal ini pun sudah menjadi fenomena klasik dalam dunia kasih sayang.Apa daya jika perasaan yang sudah timbul dan diekspresikan namun tidak diiringi dengan dorongan komitmen yang sesungguhnya, jarang akan berujung pada usia hubungan yang kekal (di dunia), terkecuali karena panggilan sang Khalik pada pasangan kita tersebut.
Di samping itu, banyak sekali fenomena jenis hubungan percintaan yang kita temui di bumi ini. Baik itu cinta monyet, HTS (Hubungan Tanpa Status), LDR (Long Distance Relationship), Friendzone, Brotherzone/Sisterzone, PDKT (Pendekatan), In a Relationship (pacaran) ataupun Marriage (pernikahan), dll. Saya yakin, semua jenis hubungan tersebut tentunya memiliki prosesnya masing-masing dengan berbagai cerita unik didalamnya. Tak hanya itu, tentunya semua diawali dengan adanya buah perasaan yang timbul atau melekat yang kemudian diekspresikan dengan caranya masing-masing berdasarkan persepsi individu tersebut. Buah perasaan itu pun kita sebut sebagai cinta. Iya, cinta. Perasaan yang tetiba timbul begitu saja tidak bisa kita katakan sebagai cinta. Bahaya. Herannya lagi ketika banyak orang meng-gombali lawan jenis/pasangannya dengan istilah "Jatuh cinta pada pandangan pertama." Yakinkah kamu pernyataannya tersebut benar secara absolut/mutlak? Jangan mudah luluh dengan pernyataan tersebut, karena proses menuju cinta itu tak mudah. Banyak bumbu yang harus ditabur untuk saling mengenal satu sama lain. Bisa saja itu berawal dari rasa kagum, mencoba saling mencocokkan diri dengan memiliki interest things yang sama, atau faktor x,y,z lainnya. Semua hanya kamu dan dia yang tahu :)
Sabtu, 31 Maret 2012
Bersyukurlah!
Shalom :)
Puji Tuhan kini saya sudah memasuki semester dua di bangku perkuliahan Fikom Unpad ini. Kalau boleh jujur, saya sempat heran, bingung, cemas, takut, dan perasaan canggung lainnya yang membuat saya kurang percaya diri untuk berkuliah di fakultas ini? Mengapa demikian? Karena cita-cita awal saya adalah sebagai akuntan dan bekerja di bagian akuntansi ataupun berbau financial. Tetapi, nasib tersebut tidak berpihak pada saya saat ini. Memasuki bangku perkuliahan pun banyak mengalami perasaan dilema yang begitu meresahkan diri saya sendiri. Hingga pada akhirnya, saya masih diberikan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan di PTN yang saya inginkan. Awalnya saya masih ragu, apakah dapat masuk atau akan gagal lagi seperti di ujian-ujian sebelumnya? Bahkan ketika menjelang pengumuman, saya hanya bisa pasrah dan tetap berdoa agar biar kehendak Tuhan saja yang boleh terjadi, saya imani demikian.
Dua hari sebelum pengumuman SMUP, saya ditinggalkan oleh abang pertama saya. Terpukul pasti, namun saya sudah mengikhlaskannya, hingga pada akhirnya saya boleh tabah untuk di kemudian hari. Ada pepatah bahwa dibalik duka pasti ada suka. Puji Tuhan hal tersebut boleh kejadian di hidup saya. Puji Tuhan akhirnya saya boleh lulus di PTN. Namun, ketika melihat hasil pengumuman, saya sempat terkejut dan bertanya-tanya, mengapa saya bisa lulusnya di pilihan kedua, yaitu di Fikom? Melihat kepribadian saya yang nampaknya tidak seperti anak komunikasi, saya pun jiper atau minder. Layaknya syukur tidak bersyukur ya. Tapi saya sangat bersyukur akhirnya boleh lulus di PTN. Selain perihal fakultas tadi, saya sempat takut untuk masalah biaya masuknya yang mana kami pun baru mengalami kedukaan. Tapi, Puji Tuhan, ibu saya pun mengizinkan saya untuk berkuliah di Fikom Unpad ini dengan kasih sayangnya membiayai saya berkuliah disini.
Waktu pun berjalan hingga saat ini. Jujur, saya sangat bersyukur kepada Tuhan. Akhirnya saya menyadari, mengapa Tuhan menempatkan saya di Fikom Unpad ini. Dulu saya sempat bertanya-tanya di dalam diri ataupun heran, mengapa saya tidak masuk di UI ya? Mengapa saya tidak masuk di Fakultas Ekonomi ya? Ataupun, mengapa saya tidak masuk di fakultas pertama yang saya pilih di SMUP yang notabene masih ada kaitannya degan dunia financial (seperti cita-cita saya sebelumnya)? Tapi saya percaya, bahwa waktu yang telah Tuhan berikan pada saya hingga saat ini memang sudah ada rencananya. Pertama, mengapa saya pada akhirnya lulus ujian PTN melalui SMUP ini? Jawabannya ialah karena mungkin saya memang harus melihat kepergian abang saya dahulu. Jikalau tadinya saya sudah masuk di SNMPTN, mungkin saya tidak bisa melihat situasi tersebut dan itu akan berakibatkan penyesalan yang mendalam. Lalu kedua, mengapa saya lulusnya di Fikom Unpad? Bukan di fakultas lain yang sesuai dengan kepribadian atau penampilan saya saja? Bahkan saya sempat merasa sedikit tertohok ketika mendengar ada teman saya yang keceplosan bertanya heran, kok Bretty bisa masuk Fikom ya? Yah memang sedih juga mendengar itu. Tapi apa mau dikata. Itu semua sudah kehendak Tuhan untuk menempatkan saya di fakultas ini. Saya percaya, ada rencana indah lainnya di balik ini semua.
Benar itu keadaannya. Puji Tuhan juga saya di Fikom ini, boleh kembali bertemu teman-teman seiman (teman-teman PMK) yang sangat baik dan kebetulan pada angkatan kami anak PMK nya terbilang berjumlah banyak. Bahkan, meskipun sedang berada di ranah sunda saat ini, saya merasa seperti di tanah batak yang mana banyak teman-teman satu suku saya temui disini. Bahasa atau logat batak pun tak jadi masalah sering kami ucapkan disini. Senang. Berada dalam lingkupan baru yang notabene dalam perantauan (meskipun lokasi ini masih bisa dibilang dekat dari Jakarta) tapi dengan hidup ngekost, belajar memanage waktu dan keuangan serta lebih belajar mandiri dapat dirasakan. Serta sosialisasi dengan banyak orang yang notabene warga asli sini dan teman-teman sesama perantauan. Berbagai budaya pun dpat dipelajari secara perlahan.
Selain itu, Puji Tuhan saya boleh kembali melayani di wadah baru ini. Saya bersyukur sekali dapat mengenal abang-abang, kakak-kakak, dan teman-teman PMK Fikom (IMKK) serta dari fakultas lainnya yang mana mereka sangat baik, care, dan mengayomi kami meskipun kami adalah orang baru di tempat ini. Tentunya, menjalani bangku perkuliahan pun memiliki problem ataupun rintangan. Baik itu pengaruh pergaulan maupun pola hidup kita sebagai mahasiswa. Bersyukur sekali kepada Tuhan atas kehendakNya yang boleh mengizinkan saya mengalami berkatNya ini yang mana meskipun sebelumnya telah mengalami proses kegelisahan ataupun kekecawaan sebelumnya, tapi dibalik itu memang benar kenyataannya bahwa Tuhan memiliki rencana damai sejahtera bagi kita pada waktunya (Yeremia 29:11).
At least, jikalau saya tadinya tidak ditempatkan Tuhan disini, mungkin saya belum tentu bisa mengenal kehidupan baru yakni dalam perantauan, ilmu pembelajaran lain yang didapat dari perkuliahan, teman-teman IMKK yang sangat merangkul, KTB (Kelompok Tumbuh Bersama), pengalaman organisasi atau kepanitiaan lainnya ataupun sedikit halnya mengenai politik kampus (meskipun tidak termasuk aktivis sesungguhnya), kehidupan PMK, teman-teman dari berbagai etnik, berbagai sharing yang diberi atau didapat serta pengalaman lainnya yang sangat berharga untuk pembelajaran di setiap saat.
Maka dari itu, yakin dan percayalah bahwa semuanya yang kau ingini, belum sepenuhnya bisa kau dapat, melainkan imani akan kehendak Tuhan yang boleh terjadi dalam kehidupan kita masing-masing, karena semua indah pada waktunya. Damai sejahtera melingkupi kehidupan kita masing-masing setiap waktunya. Bersyukurlah! Tuhan Memberkati :)
Jumat, 20 Januari 2012
sepertinya postingan kali ini akan menjadi chapter kedua dalam dunia perkuliahan saya. hehe.
postingan kali ini hanya ingin berbagi pengalaman ;)
yeah liburan tiba dan gua pulang ke Jakarta. seperti biasanya ketika pulang, apalagi lagi liburan panjang gini, gua mencoba memanfaatkan waktu luang ini dengan kembali berbisnis ;) binder. yah binder. untuk meraihnya, gua mesti kembali bertemu dengan dunia bolang yang sempit. yah meskipun jaraknya gak jauh-jauh banget dan gak deket-deket banget. nahlo jadinya gimana tuh? haha. #abaikan.
oke. untuk kesana, gua menaiki kereta api. seinget gua, saat itu lagi siang hari, dimana meskipun naik yang ekonomi bakal terlihat sepi dan ada peluang untuk duduk :) Puji Tuhan i got it hehe.
lalu, keadaan kereta ekonomi yang tumben-tumbenannya nggak padat ini membuat gua nyaman menikmati perjalanan. seperti biasanya juga, masih banyak para pedagang kaki lima yang memasuki KA Ekonomi ini. namun, yang paling selalu gua salutin dari jenis kereta satu ini yakni kegigihan para pedagang untuk berjualan dalam keadaan padat sekalipun. wow! yah meskipun suka jadi bikin esmosi para penumpang akibat ruang yang sangat sempit untuk mereka lewati bahkan untuk bernafas pun ngap-ngapan -.-''
gak hanya penjual nih tapi pengamen, pembersih (yang notabene seperti mengemis juga) dimana terlihat memprihatinkan juga layaknya para pengemis biasa.
pandangan gua saat itu tertuju kepada sepasang orangtua yang terlihat memprihatinkan. dimana sang ibu sepertinya buta dan sang suami menuntunnya dengan ikut mengemis kepada penumpang di kereta ini. kemudian, mata ini melihat sekelilingnya, sambil berbicara di dalam hati, apakah masih ada yang ingin memberikan uang nya kepada sepasang orangtua ini? gua sendiri iba melihatnya dan sempat berpikir, ku berikan atau tidak? dengan melihat beberapa orang di dekatku dengan tulus memberikannya, gua pun akhirnya demikian.
namun, yang gua berikan pun tak seberapa dengan pemberian orang lain yang gua lihat tadi. bukannya pelit atau apa, tapi memang lagi proses pengiritan hehe. at least, gua hanya memberikan 500 rupiah yang merupakan kembalian dari tiket kereta tadi. lalu gua kembali berpikir, yang penting niat nya, dimana hati gua tiba-tiba menyuruh untuk memberikannya, supaya tak menunda niat yang telah muncul sebelumnya. jangan masalahkan nominalnya, karena seberapapun yang kita berikan sudah memberikan mereka ucapan syukur dan kebahagiaan :)
kemudian, gua melihat penumpang lain yang mereka tuju, dimana terdapat ibu-ibu yang hanya cuek dan tak memberi. kembali gua berpikir, kenapa mereka gaada iba-iba nya dengan sepasang orangtua tsb? bahkan, usia mereka lebih muda dengan sepasang orangtua ini. hm mungkin hanyalah perbedaan persepsi diantara mereka, saya dan orang lain.
jujur, jika melihat anak kecil sedang mengemis ataupun mengamen saya enggan untuk memberikannya karena secara tersirat tidak menginginkan mereka manja mencari nafkah dengan hal demikian. dimana orangtua nya yang asik-asikan tidur namun anaknya yang mesti berjuang tanpa kepedulian orangtua mereka. dan yang seharusnya mereka bisa bersekolah, menempuh pendidikan mereka demi kelangsungan hidup yang lebih baik bagi keluarga mereka kelak.
tak hanya pengemis itu tadi mata ini tertuju. setelahnya, terdapat seorang anak kecil dengan ibunya yang menggendongi seorang bayi. mereka bernyanyi dengan bermodalkan mic dan tape karaoke. gua salut dengan anak kecil ini. karena dengan usia nya yang masih terbilang balita, ia sudah cukup hafal dengan lirik lagu pop dewasa zaman sekarang, yah meski ia menyanyikannya agak kurang beruntun... namun sang ibu turut bernyanyi. kemudian mereka melewati gua tanpa meminta kepada gua juga, tetapi pikiran ini pun termenung memandang mereka. cukup terselamatkan dengan persepsi gua yang tadi. yah hanya bisa termenung dan mengucap syukur masih bisa hidup layak dan senang melihat si anak kecil ini menyanyi dengan imut nya :)
termenung dan termenung.....
yang mana hampir saja gua kelewatan stasiun yang gua tuju.
setelah berhenti di stasiun tersebut, gua melanjutkan kegiatan bisnis gua. gua langsung ke tempat langganan gua yang lama dan sedikit memborong, lalu hitung-menghitung pembeliannya. yak setelah dihitung-hitung, habislah 233.000 dalam sekejap haha. tapi, gua mencoba minta korting, biar di genapin 230.000 saja hoho. dan Puji Tuhan dikasi kortingan. lumayanlah 3.000 tersimpan hehe ;)
beranjak ingin pulang (padahal masih ada janji ketemu sama temen dan ingin ke toko lainnya), mendadak gua ditawarkan tiket kereta ke Jakarta. wah, sempet gaenak juga sama abang penjual nya ini. sempet terlintas pikiran, wah mesti tetap hati-hati kalau dikasi gratisan, takutnya ada mau nya nanti. lalu gua menolak dan berterimakasih dengan beralasan bakal pulang nya nanti dengan teman dan kemungkinan akan naik yang commuterline. tapi ternyata yang dikasi memang tarif itu juga. wow! gua bingung. ko bisa abang ini masih ada tiket? dan ternyata doi pas mau ke toko nya, memang lagi naik commuterline jg tp lagi padat-padatnya hingga petugas tak sempat mengecek tiketnya yang alhasil masih layak gua pakai untuk pulang. wuhu! gua kaget dan bersyukur dan dengan masih sedikit keraguan, akhirnyapun gua mau menerima tiket tersebut. masih bertanya gak percaya, abang itu menjelaskan 'yah daripada gua buang, kan sayang, padahal masih bisa dipake dan lu ga perlu beli tiket lagi juga, apalagi jurusannya sama'. iya juga ya, kata gua. haha.
gila! lumayan banget tuh. bersyukur bangat gua, berasa dapet durian runtuh alias rejeki dadakan. meski itu nilai nya ga seberapa, tapi itu mampu mengikis pengeluaran yang seharusnya. dengan modal abang itu yang lebih mahal seribu tapi doi ikhlas memberikannya kepada gua. Puji Tuhan.
emang abang ini dari dulu baik bener dah! gua dateng, sering dikasi teh botol juga. waktu itu lagi bawa temen, doi kasi minuman juga. beh bukan main! malahan doi punya orangtua yang berjualan juga, udah berasa akrab banget dengan keluarga ini saking baik dan ramahnya. haha.
setelahnya, gua pun meninggalkan toko tsb dan ketemuan sama temen gua dan lanjut ke toko lainnya. Puji Tuhan kembali, yang mana kami mendapatkan harga yang lebih baik juga. kemudian, kami pun balik ke Jakarta. tapi sempet panik nih, ketika pengecekan tiket di gerbang, karena asal muasal nya kan bukan dari stasiun ini. tapi ternyata gak begitu di cek, yang penting kan punya tiket hehe. sebelumnya udah smsan dgn si abang tadi agar gua santai aja kalo ditanya petugasnya, alias udah ada bekal alasan jaga-jaga jika ditanya petugasnya. haha.
eng ing eng, ternyata kereta padat sob! meski itu commuterline hhhh. yauwes kami naik dah dan yah saking padatnya, gaada petugas juga yang mengecek tiket kami *bersyukur lagi ;) hehe.
nah, pas baliknya ini gua pun galau mau turun di manggarai atau cikini? yang alhasil gua turun di cikini demi mencari sesuatu, tapi nyatanya tak ditemukan. padahal kata hati sempat menuntun untuk turun di manggarai saja, selagi ngetem lama.
at least, dari pengalaman seharian gua tersebut menunjukkan bahwa dimana saat kita memiliki niat untuk menolong sesama, meskipun itu gak seberapa nilai nya, tapi lihat lah apa yang akan kamu terima. seperti kejadian gua diatas, gua hanyalah bisa memberikan 500 perak tapi gua diberikan balasan yang sangat mengucap syukur dan itu bernilai lebih dari yang gua berikan. memang ga seberapa. hitung-hitung biaya tiket dan kortingan belanja binder. memang gak seberapa, tapi itu udah lumayan banget :) Puji Tuhan. dan selain itu, ikuti kata hatimu apabila kamu sedang galau dalam menentukan pilihan dimana seringkali juga itu bisa menuntunmu...
oke. tetaplah bersyukur dan ikuti kata hatimu. salam sejahtera. God Bless :)
Kamis, 04 Agustus 2011
lumayan bisa nerusin blogging indekost aha.
ohya, bagi yang butuh binder, ane jualan nih gan, boleh dicek di www.binderforus.blogspot.com :D
selama di Bandung ini, sepertinya saya akan sangat rindu dengan masa-masa SMA yang mana banyak memberi pengalaman untuk saya menuju ke tingkat lebih dewasa ini ohohoho. siapa sajakah mereka? cekidot -->
SRP 68



kok ke saya? -,- 12 SRP 2011 Soul Revolution Project
SPAM #011












