Shalom :)
Puji Tuhan kini saya sudah memasuki semester dua di bangku perkuliahan Fikom Unpad ini. Kalau boleh jujur, saya sempat heran, bingung, cemas, takut, dan perasaan canggung lainnya yang membuat saya kurang percaya diri untuk berkuliah di fakultas ini? Mengapa demikian? Karena cita-cita awal saya adalah sebagai akuntan dan bekerja di bagian akuntansi ataupun berbau financial. Tetapi, nasib tersebut tidak berpihak pada saya saat ini. Memasuki bangku perkuliahan pun banyak mengalami perasaan dilema yang begitu meresahkan diri saya sendiri. Hingga pada akhirnya, saya masih diberikan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan di PTN yang saya inginkan. Awalnya saya masih ragu, apakah dapat masuk atau akan gagal lagi seperti di ujian-ujian sebelumnya? Bahkan ketika menjelang pengumuman, saya hanya bisa pasrah dan tetap berdoa agar biar kehendak Tuhan saja yang boleh terjadi, saya imani demikian.
Dua hari sebelum pengumuman SMUP, saya ditinggalkan oleh abang pertama saya. Terpukul pasti, namun saya sudah mengikhlaskannya, hingga pada akhirnya saya boleh tabah untuk di kemudian hari. Ada pepatah bahwa dibalik duka pasti ada suka. Puji Tuhan hal tersebut boleh kejadian di hidup saya. Puji Tuhan akhirnya saya boleh lulus di PTN. Namun, ketika melihat hasil pengumuman, saya sempat terkejut dan bertanya-tanya, mengapa saya bisa lulusnya di pilihan kedua, yaitu di Fikom? Melihat kepribadian saya yang nampaknya tidak seperti anak komunikasi, saya pun jiper atau minder. Layaknya syukur tidak bersyukur ya. Tapi saya sangat bersyukur akhirnya boleh lulus di PTN. Selain perihal fakultas tadi, saya sempat takut untuk masalah biaya masuknya yang mana kami pun baru mengalami kedukaan. Tapi, Puji Tuhan, ibu saya pun mengizinkan saya untuk berkuliah di Fikom Unpad ini dengan kasih sayangnya membiayai saya berkuliah disini.
Waktu pun berjalan hingga saat ini. Jujur, saya sangat bersyukur kepada Tuhan. Akhirnya saya menyadari, mengapa Tuhan menempatkan saya di Fikom Unpad ini. Dulu saya sempat bertanya-tanya di dalam diri ataupun heran, mengapa saya tidak masuk di UI ya? Mengapa saya tidak masuk di Fakultas Ekonomi ya? Ataupun, mengapa saya tidak masuk di fakultas pertama yang saya pilih di SMUP yang notabene masih ada kaitannya degan dunia financial (seperti cita-cita saya sebelumnya)? Tapi saya percaya, bahwa waktu yang telah Tuhan berikan pada saya hingga saat ini memang sudah ada rencananya. Pertama, mengapa saya pada akhirnya lulus ujian PTN melalui SMUP ini? Jawabannya ialah karena mungkin saya memang harus melihat kepergian abang saya dahulu. Jikalau tadinya saya sudah masuk di SNMPTN, mungkin saya tidak bisa melihat situasi tersebut dan itu akan berakibatkan penyesalan yang mendalam. Lalu kedua, mengapa saya lulusnya di Fikom Unpad? Bukan di fakultas lain yang sesuai dengan kepribadian atau penampilan saya saja? Bahkan saya sempat merasa sedikit tertohok ketika mendengar ada teman saya yang keceplosan bertanya heran, kok Bretty bisa masuk Fikom ya? Yah memang sedih juga mendengar itu. Tapi apa mau dikata. Itu semua sudah kehendak Tuhan untuk menempatkan saya di fakultas ini. Saya percaya, ada rencana indah lainnya di balik ini semua.
Benar itu keadaannya. Puji Tuhan juga saya di Fikom ini, boleh kembali bertemu teman-teman seiman (teman-teman PMK) yang sangat baik dan kebetulan pada angkatan kami anak PMK nya terbilang berjumlah banyak. Bahkan, meskipun sedang berada di ranah sunda saat ini, saya merasa seperti di tanah batak yang mana banyak teman-teman satu suku saya temui disini. Bahasa atau logat batak pun tak jadi masalah sering kami ucapkan disini. Senang. Berada dalam lingkupan baru yang notabene dalam perantauan (meskipun lokasi ini masih bisa dibilang dekat dari Jakarta) tapi dengan hidup ngekost, belajar memanage waktu dan keuangan serta lebih belajar mandiri dapat dirasakan. Serta sosialisasi dengan banyak orang yang notabene warga asli sini dan teman-teman sesama perantauan. Berbagai budaya pun dpat dipelajari secara perlahan.
Selain itu, Puji Tuhan saya boleh kembali melayani di wadah baru ini. Saya bersyukur sekali dapat mengenal abang-abang, kakak-kakak, dan teman-teman PMK Fikom (IMKK) serta dari fakultas lainnya yang mana mereka sangat baik, care, dan mengayomi kami meskipun kami adalah orang baru di tempat ini. Tentunya, menjalani bangku perkuliahan pun memiliki problem ataupun rintangan. Baik itu pengaruh pergaulan maupun pola hidup kita sebagai mahasiswa. Bersyukur sekali kepada Tuhan atas kehendakNya yang boleh mengizinkan saya mengalami berkatNya ini yang mana meskipun sebelumnya telah mengalami proses kegelisahan ataupun kekecawaan sebelumnya, tapi dibalik itu memang benar kenyataannya bahwa Tuhan memiliki rencana damai sejahtera bagi kita pada waktunya (Yeremia 29:11).
At least, jikalau saya tadinya tidak ditempatkan Tuhan disini, mungkin saya belum tentu bisa mengenal kehidupan baru yakni dalam perantauan, ilmu pembelajaran lain yang didapat dari perkuliahan, teman-teman IMKK yang sangat merangkul, KTB (Kelompok Tumbuh Bersama), pengalaman organisasi atau kepanitiaan lainnya ataupun sedikit halnya mengenai politik kampus (meskipun tidak termasuk aktivis sesungguhnya), kehidupan PMK, teman-teman dari berbagai etnik, berbagai sharing yang diberi atau didapat serta pengalaman lainnya yang sangat berharga untuk pembelajaran di setiap saat.
Maka dari itu, yakin dan percayalah bahwa semuanya yang kau ingini, belum sepenuhnya bisa kau dapat, melainkan imani akan kehendak Tuhan yang boleh terjadi dalam kehidupan kita masing-masing, karena semua indah pada waktunya. Damai sejahtera melingkupi kehidupan kita masing-masing setiap waktunya. Bersyukurlah! Tuhan Memberkati :)